Saya bukanlah orang yang rapih dalam hal buku catatan untuk pelajaran. Terlebih lagi ketika saya kuliah. Ketika duduk di bangku sekolah, para guru menyuruh anak-anak muridnya untuk memiliki buku catatan yang terpisah. Namun, ketika kuliah para dosen tidak pernah menyuruh untuk memiliki buku catatan. Para dosen tidak pernah menghiraukan mahasiswanya untuk punya catatan atau tidak. Mahasiswa diajarkan untuk mandiri, mulai dari buku catatan dan cara belajar. Ketika saya duduk di bangku kuliah semester satu, saya memakai file/binder untuk catatan pelajaran. Hasilnya kertas catatan saya berceceran karena file tersebut dapat dicabut dan dipasang. Oleh karena itu saya terkadang lupa untuk menaruh kertas file tersebut kembali ke binder untuk disatukan. Ketika ujian tiba, saya kebingungan untuk mencari file catatan saya tersebut dan saya tidak bisa belajar dari catatan itu.
Memasuki semester dua saya tidak lagi memakai file untuk catatan kuliah. Saya menggunakan buku yang biasa dipakai akuntan tetapi yang ukuran sedang. Lalu saya bagi menjadi 9 ruas untuk mata kuliah berbeda. Kecil, simpel, mudah, tidak repot jika kuliah dan ketika ingin mencatat pelajaran yang disampaikan dosen.
Jumat, 11 April 2008
Selasa, 18 Maret 2008
Pengalaman Remaja
Masa remajaku dilalui dengan kebahagiaan dan kesedihan. Bahagia karena aku memiliki teman-teman yang pengertian. Aku juga merasakan hidup berorganisasi dalam lingkup ROHIS. Teman-teman diROHIS-lah yang membawaku menjadi remaja yang teratur. Aku jadi remaja yang memiliki pikiran ke depan.Aku mulai menutup lebih lengkap seluruh tubuhku dengan pakaian panjang (pakaian muslimah). Jilbab yang ku kenakan lama-lama mulai menutupi lekuk-lekuk tubuhku. Perlahan tapi pasti aku juga mulai menambah ilmu-ilmu agamaku dan mulai lebih mencintai diriku dan agamaku. Dimasa remajaku juga, aku bahagia karena aku diberikan kesempatan oleh Allah untuk merasakan indahnya berprestasi di bangku sekolah setiap semesternya.
Namanya juga remaja, ada pula kenakalan-kenakalan yang masih lekat pada diriku. Aku suka nekat dalam hal berbohong kepada teman-temanku jika aku mulai merasa BT dengan mereka. Kesedihan juga mewarnai masa remajaku karena aku harus merelakan untuk meninggalkan dan kehilangan waktu bersama sahabat dekatku. Padahal sahabatku ini seringkali membuatku kesal. Persahabatan kami selalu diwarnai dengan pertengkaran tapi itu hanya beberapa saat. Tapi dengan kehilangan dia karena kita harus melanjutkan study ditempat yang berbeda dan jauh menjadikan diriku merasa sulit untuk menerima orang lain menjadi sahabat, seperti aku menganggap dirinya sudah menjdai sahabat yang mengerti diriku. Untunglah Allah membuka mata hatiku, kini aku bisa percaya kepada orang lain untuk dapat menjadi sahabatku. Inilah masa remajaku yang penuh dengan pelajaran hidup..........
Namanya juga remaja, ada pula kenakalan-kenakalan yang masih lekat pada diriku. Aku suka nekat dalam hal berbohong kepada teman-temanku jika aku mulai merasa BT dengan mereka. Kesedihan juga mewarnai masa remajaku karena aku harus merelakan untuk meninggalkan dan kehilangan waktu bersama sahabat dekatku. Padahal sahabatku ini seringkali membuatku kesal. Persahabatan kami selalu diwarnai dengan pertengkaran tapi itu hanya beberapa saat. Tapi dengan kehilangan dia karena kita harus melanjutkan study ditempat yang berbeda dan jauh menjadikan diriku merasa sulit untuk menerima orang lain menjadi sahabat, seperti aku menganggap dirinya sudah menjdai sahabat yang mengerti diriku. Untunglah Allah membuka mata hatiku, kini aku bisa percaya kepada orang lain untuk dapat menjadi sahabatku. Inilah masa remajaku yang penuh dengan pelajaran hidup..........
Langganan:
Postingan (Atom)